Minggu, 24 Juli 2011

Sistim protek Sanyo dengan QXXAVB908 dan QXXAVB889




  • Protek input ic mikrokontrol QXXAVB908 adalah pin-24 dimana pada kondisi normal mempunyai tegangan “high”. Jika tegangan berubah menjadi “low” maka akan menyebabkan protek aktip bekerja
  • Untuk melumpuhkan semua fungsi protek – maka dapat dilepas R854


clip_image002


Sampling protek
Untuk melumpuhkan
  • Tegangan 9v dari regulator Q661
  • Lepas D681
  • Tegangan 26V dari transistoryang dikontrol switch on-off Q683
  • Lepas D682
  • Kerja bagian Vertikal-out yang disampling dengan transistor Q527 normal tegangan basis adalah nol
  • Lepas Q527



++++++++++++++++++++++

Service mode SHARP

Kumpulan macam-macam cara Service Mode Sharp
Cara.1 (model lama)

  • Cari sebuah switch NORMAL – SERVICE
  • Bentuknya mirip switch yang digunakan pada bagian vertikal
  • Lokasi ada pada main-pcb bagian belakang dekat dengan TUNER
  • Untuk masuk service mode – pindah ke posisi SERVICE
 
Cara.2

  • Power on
  • Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remot)
  • Short-kan JA137 & JA138 sekitar 1 detik kemudian lepas lagi, maka akan masuk pada service mode.
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol
  • Untuk exit matikan pesawat
Ganti IC memori baru (kosong)
  • Power off
  • Short-kan terus sementara JA137 dan JA138
  • Hidupkan pesawat
  • Tunggu sekitar 30 detik otomatis data default kan ditulis kedalam memori
 
Cara.3

  • Main-switch off atau cabut power-cord (kabel listrik)
  • Tekan dan tahan secara bersamaan Vol-down dan Ch-up pada front panel
  • Hidupkan pesawat
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol dengan remote
  • Exit matikan main-switch (data disimpan secara otomatis)
 
Cara.4 (slim dengan UOC kotak)

  • Power on
  • Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remote)
  • Shortkan pin-5 Mikrokontrol sekitar 1 detik dan lepas kembali (atau JA483 dengan JA484)
  • Tekan MENU untuk memilih MODE yang akan diadjust (Adjust Mode, Check mode, Option mode dll)
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol
  • Tunggu sekitar 4 detik sebelum pindah ke adjustment lainnya agar data disimpan dahulu secara otomatis
Ganti memori baru (kosong)
  • Power off
  • Shortkan terus sementara pin-5 Mikrokontrol ke ground (atau JA483 dengan JA484)
  • Hidupkan pesawat
  • Tunggu sekitar 30 detik dan otomatis data default akan ditulis kedalam memori
  • Jika data default gagal – kemungkinan dapat disebabkan karena ABL britnes terlalu terang atau ada problem pada ABL
 
Cara.5

  • Tekan MENU pada remote
  • Selanjutnya tekan angka 4-7-2-5
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol
  • Untuk exit matikan pesawat
 
+++++++++++++++++++++++++++

Rabu, 20 Juli 2011

Mengganti UPS Astello untuk STR-F6653 pada Sharp

Sharp menggunakan STR-F6653 power suply tidak mau kerja (tidak mau stand-by) sedangkan tegangan pada elko besar normal. Ciri keruskan jika pada pin-4 tegangan diukur tidak dapat naik mencapai 19v (merupakan tegangan start Vcc bagian driver)
Beli STR-F6653 pada salah satu toko terkenal dengan harga 11rb tidak dapat dipakai. Coba beli ditoko lain yang harganya 19rb ternyata hasilnya tetep sama saja, part tidak dapat dipakai.
image 
Achirnya kami putuskan untuk diganti menggunakan Universal Power Suply Astello, yang selama ini pasti tidak pernah gagal digunakan.
Sharp model ini tegangan B+ saat “stand-by” tegangannya sangat rendah, tidak sama dengan tegangan pada saat “power on”. Sedangkan jika diganti dengan Estello maka tegangan B+ nantinya akan “tetap sama”. Hal semacam ini kemungkinan dapat menyebabkan masalah , seperti misalnya.
  • Saat power-on pesawat hidup normal, tetapi begitu dibuat st-by ada part yang terbakar
  • Saat st-by bagian horisontal tetap kerja (tapi raster gelap)
Sehingga mengganti dengan estello kadang perlu dilakukan modifikasi.
Sirkit pada sekunder power suply harus dipelajari dulu
image
Saat stand-by
  • Pada saat st-by tegangan keluaran dari sekunder tranfo switching masih rendah semuanya.
  • SCR D762 dikontrol “on-off” oleh mikrokontrol. Dan pada saat st-by pada kondisi “on” atau menghantar. Suply untuk Vcc mikrokontrol diberikan dari pin-17 tranfo switching >> D757 >>SCR>> elko C756 (11.5v) selanjutnya ke ic regulator 3.3v
Saat power-on
  • Saat power –on maka semua tegangan keluaran sekunder tranfo switching akan naik semua.
  • Tegangan pada pin-17 juga akan ikut naik. Oleh karena itu SCR harus dibuat menjadi “off”. Seandainya SCR tetap “on” maka dapat menyebabkan tegangan pada elko C756 akan naik dan mengakibatkan elko meletus.
  • Sebagai gantinya tegangan pada elko C756 (11.5v) akan diberikan dari pin-12 tranfo switching >>D751.
Kesimpulan.
  • Memasang Astello pada sirkit Sharp seperti contoh diatas, karena semua tegangan sekunder tranfo switching pada kondisi normal (tinggi), maka SCR D762 harus dilepas.
Catatan :
  • Setelah memasang dengan Astello maka perlu diperiksa tegangan B+ pada saat st-by
  • Umumnya tegangan akan naik sekitar 10 ~ 15%
  • Jika tegangan melebihi tegangan kerja elko B+ berarti ada masalah. Biasanya disebabkan karena elko B+ nilai kapasitas menurun

*******************************

MEMAHAMI MASALAH DAN CARA KERJA STR IC REGULATOR

Yang dimaksud dengan STR pada tulisan ini misalnya adalah regulator Sanken seri STR-F/G/W dan Fairchild seri KA05Q

Adalah merupakan ic Quasy Resonant Flyback (QRF) Swiching Regulator yang terdiri dari (a) kontrol IC dan (b) power MOSFET yang dikemas menjadi satu kesatuan. Regulator ini didesain sehingga hanya membutuhkan sedikit komponen luar.
image Sanken
Cara kerja

1. UVLO (under voltage lock out)
Regulator akan mulai bekerja jika tegangan Vcc start-up pada pin-4  mencapai 16v. Setelah power suply bekerja selanjutnya tegangan Vcc akan diganti disuply dari tanfo switching melalui sebuah diode penyearah. Pada saat sirkit telah bekerja jika tegangan Vcc kurang dari 15V, kontrol regulator akan masih tetap bekerja. regulator akan berhenti bekerja (protek)  jika tegangan suply Vcc drops hingga kurang dari 11v.

2. Kontrol umpan balik (pin-1)
Regulator bekerja menggunakan sistim PWM, dimana agar tegangan keluaran B+ stabil dikontrol oleh sirkit umpan balik dari tegangan keluaran B+ >>> photo-coupler >>> pin-1. Sebuah kapasitor dipasang pada pin-1  digunakan untuk mencegah agar kalau ada gangguan noise tidak mengganggu sistim kerja.

3. Soft start (pin-5)
Pada saat power dihidupkan pertama kali, maka sirkit uman balik belum bekerja karena belum ada tegangan keluaran B+. Hal ini menyebabkan arus start yang berat pada MOSFET. Untuk mencegah hal ini maka regulator diperlengkapi dengan sirkit soft start secara internal dan sebuah kapasitr  filter eksternal.
Jika power suply digunakan untuk Monitor misalnya, maka frekwensi  regulator perlu disinkronisasi. Sinyal sinkronisasi dari luar dapat di-inputkan lewat pin-5

4. Protektor
Regulator diperlengkapi dengan macam-macam protektor.

    Over-current protektor (OCP) atau Over Load protektor (OLP). Misalnya jika terjadi kerusakan pada flyback atau def yoke, maka akan menyebabkan beban tegangan B+ over. Jika terjadi hal demikian maka regulator akan mati protek sehingga IC tidak rusak. Sebagai sensor over current adalah resistor dengan nilai kecil yang dipasang pada pin-2 ke ground.
    Short protektor. Jika tegangan keluaran B+ short, maka regulator akan mati protek.
    Over-voltage protektor (OVP). Regulator yang tidak diperlengkapi dengan protektor maka jika jalur umpan balik terputus dapat menyebabkan tegangan keluaran dari tanfo switching naik atau power regulator rusak.. Dengan OVP regulator akan mati protek jika tegangan suply Vcc pin-4 naik melebihi 22.5v.
    Thermal protektor. Regulator akan berhenti bekerja jika temperatur mencapai 140 derajat celcius.


6. Auto start.
Regulator akan auto start secara otomatis jika mati sendiri (protek) setelah OVP atau OCP



Trobelshuting

1. Tidak dapat start.
Dapat disebabkan karena :

    Tidak ada tegangan suply start-up Vcc atau tegangan kurang dari 16v
    Elko filter tegangan suply Vcc kering.


2. Led indikator kedip-kedip
Kalau diperiksa tegangan suply Vcc goyang-goyang. Hal ini disebabkan karena regulator hidup-mati karena OVLO kerja., regulator mati-protek dan hidup auto start secara berulang. Kalau dimatikan elko besar biasanya masih menyimpan sisa muatan.
Dapat disebabkan karena :

    Elko filter tegangan suply Vcc pada pin-4 kering. Ganti dengan nilai yang sama atau sedikit lebih besar.

    men-triger UVLO

    kapasitor filter pada input umpan pin-1 balik kering nilai menurun

    men-triger OLP

    Diode penyearah dari tranfo switching rusak (kadang kalau diperiksa dengan avo-meter nampak seperti masih bagus)

    menyebabkan tegangan suply Vcc dari tranfo switching drops (UVLO)

    Kerusakan part atau jalur putus pada sirkit umpan balik dari tegangan B+ ke regulator lewat photocoupler

    men-triger OVP

    Elko filter tegangan B+ kering

    men-triger OVP

    Salah satu tegangan keluaran dari bagian sekunder tranfo switching ada yang short (beban over)

    mentriger OLP

    Kapasitor soft start nilai menurun

    mentriger OLP

3. Timbul gangguan suara (noise)
Dapat disebabkan karena :

    Gulungan tranfo kendor.
    Kalau ada kapasitor keramik - kadang dapat menimbulkan gangguan noise karena mempunyai karakteritik piezoelectrik seperti kristal resonator. Ganti dengan kapasitor film.


4. Saat st-by tegangan normal. Tetapi ketika power di-on-kan regulator langsung mati protek tidak ada tegangan pada bagaian sekunder. Elko besar masih menyimpan muatan.
Dapat disebabkan karena :

    Sensor OVP resistor nilai kecil pada pin-2  ke ground nilai molor sehingga men-triger OLP atau OCP.
    IC regulator rusak


Catatan : Hati-hati ketika  regulator tidak kerja. Karena mungkin elko besar masih menyimpan muatan ketika dimatikan.


************************************

Tips kerusakan power suply SHARP mati protek (STR-W6753)

Saya telah beberapa kali menjumpai kerusakan power suply SHARP yang menggunakan ic tipe STR-W6753 (atau sejenisnya), dengan gejala kerusakan sebagai berikut :

    Saat st-by tegangan B+ normal, tetapi begitu power di-on-kan tegangan B+ langsung hilang
    Pesawat gambar normal – tetapi kadang mati protek sendiri – dan tegangan B+ hilang. Kalau dipelajari lebih lanjut pesawat mati protek saat raster menampilkan gambar dengan britnes yang terang.
    Pesawat gambar normal – tetapi jika tegangan screen dinaikkan – pesawat langsung mati protek dan tegangan B+ hilang.


Trobelshuting

    Saat mati protek - lampu indikator juga mati (bukan warna merah atau kedip-kedip)
    Pesawat akan mau hidup kembali jika ac cord dicabut dahulu kemudian dipasang lagi
    Saat tiba-tiba mati protek – kalau tegangan pada elko besar bagian power suply diperiksa – ternyata masih menyimpan muatan.

Menurut analisa kami semua problem diatas disebabkan :

    STRWxxxx telah mengalami sedikit degradasi atau ada nilai resistor yang berubah.
    Sewaktu pesawat dihidupkan atau ketika gambar terang – arus B+ akan naik.
    Demikian pula arus yang melalui D (drain) – S (surce) – R705//R706  akan bertambah besar pula.
    Pada hal didalam sirkit STR  ini memiliki sirkit “over current protektor” – dimana sensor samplingnya adalah “R705//R706 yang ke ground.
    Jika arus FET naik bertambah besar – maka tegangan pada ujung kedua ressitor tersebut juga akan bertambah besar pula (sesuai hukum ohm V=I x R)
    Perubahan tegangan pada resistor ini akan diterima oleh pin-7 sebagai input triger protektor over current (OCP)
    Jika pada tegangan pada R705//R706  naik  melebihi level tertentu – akan menyebabkan  STR mati protek.

clip_image002Blok diagram STR-W6753 (gambar diambil dari datasheet Sanken)
 
clip_image004Gambar diambil dari skema Sharp chasis GA-4
 
Solusi untuk poblem diatas :

 1.   Periksa dahulu semua elko yang pada bagian primer power suply dengan ESR-meter
 2.   Coba ganti resistor R705//R706  dengan nilai sedikit lebih kecil.
 3.  Pilih resistor yang nilainya besar untuk coba diganti. Misalnya 0.47 ohm diganti dengan nilai 0.39 ohm.
 4.  Kalau sudah coba diganti resistor masih problem – maka ganti lagi dengan nilai yang sedikit lebih kecil  
       – misalnya ganti dengan nilai 0.33 ohm.     
  5. Kalau ternyata masih problem – maka alternatip terachir adalah ganti STR .

+++++++++++++++++++++++++++

Minggu, 17 Juli 2011

ESR METER PROJECT 1

Sirkit terdiri dari :

    Osilator pembangkit frekwensi sekitar 150Khz menggunakan sebuah sirkit Schmit triger
    Bufer atau penguat arus yang terdiri dar beberapa sirkit Schmit triger yang diparalel.
    Transistor penguat frekwensi 150Khz
    Sirkit diode bridge sebagai penyearah frekwensi 150Khz
    Analog meter

Keterangan :

    Elko yang akan dicek dihubungkan dengan TP1/TP2
    VU-meter dihubungkan dengan TP3/TP4
    Sirkit hanya membutuhkan IC 74HC14N yang berisi 6 buah Schmit triger dan mudah diperoleh dipasaran. Pengalaman kami transistor dapat menggunakan 2SCC945 atau sejenisnya. Dan untuk meter dapat digunakan VU meter.
    Sirkit ESR-meter ini dapat bekerja pada tegangan DC 2 hingga 6V. Tetapi jika tegangan terlalu rendah akan menyebabkan meter sulit menyimpang hingga penuh (seperti ohm-meter). Lebih baik gunakan suply 5V yang diperoleh dari sebuah regulator 7805 yang dapat diperoleh dari batery 9v atau dari AC adaptor.
    Untuk VR kalibrasi sebaiknya dipasang pada front panel seperti ohm-meter sehingga sewaktu-waktu dapat dikalibrasi ke nol.
    Dari sirkit diatas dapat ditambah sendiri switch on-off dan led indikator dengan tujuan kalau menggunakan batery tidak cepat habis.
    Elko yang dicek dapat dipasang bolak-balik. Diode D5 dan D6 digunakan sebagai sirkit discharge untuk pengaman jika elko yang dicek masih ada muatan.
    Kalau mau murah dan cepat gunakan pcb yang ada banyak lubang-lubangnya itu. Tetapi kalau mau rapi dapat membuat print sendiri – artinya harus tambah biaya dan waktu.
    Untuk box – dapat digunakan box hitam yang banyak dijual ditoko. Ukuran sesuaikan dengan VU-meter dan besarnya pcb.

Testing dan Kalibrasi

    Jika TP1/TP2 dishort maka meter harus dapat dikalibrasi agar menyimpang penuh dengan cara adjust VR
    Jika hasilnya meter tidak dapat menyimpang penuh maka kecilkan nilai R12 (R-emitor)
    Untuk cek elko dengan nilai diatas 10uF biasanya jarum akan menyimpang penuh (seperti Ohm-meter)
    Untuk cek elko dengan nilai kecil kurang dari 10uF biasanya jarum tidak dapat mencapai nol (nol kurang sedikit). Karena itu carilah contoh-contoh elko yang masih bagus sebagai referensi besarnya penyimpangan jarum meter.



++++++++++++++++++++++++

Baca juga mengenai ESR-meter


mengukur nilai ESR tiap2 elco 

    Cari elko-elko yang kualitas bagus. Bisa diperoleh dari elko bekas dari eks pcb mesin merk Jepang, misalnya dengan nilai 1uF, 5uF, 10uF, 47uF.  Ukur masing-masing dengan ESR-meter. Hasil pengukuran dapat dipakai sebagai skala untuk referensi elko yang bagus. Kalau elko yang dicek penyimpangan kurang dari skala regerensi berarti ESR elko bersangkutan telah berubah menjadi besar.
    untuk ESR yang kami buat. Sebagai refersi nol bukan penyimpangan penuh. Tetapi angka nol hitam pada VU-meter. Dengan cara ini elko yang bagus dgn nilai 10uF keatas biasanya hampir mendekati angka nol (hitam). Untuk elko nilai kecil yang bagus penyimpangan biasanya antara angka nol dan angka satu.

. Masalah hanya meter tidak dapat menyimpang hingga full (seperti nol pada ohm-meter). Tetapi dapat dikoreksi  dengan mengecilkan nilai resistor pada transistor menjadi 82 ohm.
    Coba shorlan dulu TP1 dgn TP2. Kemudian sentuh-sentuh dgn probe avo-meter pada  input-bufer. Apakah meter dapat bergerak-gerak?   Jika meter dapat gerak kemungkinan osilator belum kerja. Kalau meter tidak gerak sama sekali berarti sirkit antara bufer hingga meter ada yang problem.
   Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari http://www.datasheet4u/ persamaan (cross-reference) 74HC14N adalah SN74HC14N dan MM74HC14N,jg bisa pakai 74LS14